PPC Lokal Indonesia

Monday, May 19, 2014

MATERIAL BAHAN BANGUNAN

Penangkal Petir

http://www.Zeyreg.com/?id=archicad

PETIR KADANG terlihat bagaikan sebuah lampu raksasa yang menghiasi langit. Terlihat indah dan menakjubkan.  Namun di sisi lain, petir merupakan sesuatu yang sangat membahayakan keselamatan Anda semua. Sudah banyak korban yang meninggal maupun luka – luka karena sambaran petir.
Bangunan pun tak luput dari serangan petir, baik bangunan tinggi maupun rumah tinggal. Bisa Anda bayangkan, berapa besar kerugian yang akan ditanggung bila tempat tinggal Anda tersambar petir. Oleh karena itu, walaupun rumah yang Anda tempati bukan merupakan bangunan bertingkat, penangkal petir tidak bisa Anda sepelekan.
Penangkal petir memang tidak wajib dipasang di setiap rumah. Namun sebagai salah satu langkah pengamanan, tidak ada salahnya Anda memasang penangkal petir.

Apakah Petir Itu?
Sebenarnya petir merupakan suatu kejadian alamiah. Petir timbul karena loncatan muatan listrik antara awan dengan bumi. Diawali dengan berkumpulnya uap air di dalam awan dan temperatur bagian bawah sekitar 60oF dan temperatur bagian atas sekitar -60oF, yang mengakibatkan uap air di awan tersebut menjadi kristal-kristal es.
Awan yang membawa kristal es tersebut terbawa angin dan saling bertabrakan dan bergesekan sehingga terlepaslah muatan listrik positif dan negatif. Terlepasnya muatan listrik inilah yang menyebabkan terjadinya petir.

Kerusakan Akibat Petir
Terhadap tubuh manusia, petir bisa mengakibatkan kerusakan. Apabila petir yang mengandung aliran listrik bertegangan tinggi itu mengalir pada tubuh manusia, maka organ-organ tubuh manusia yang dialiri listrik bertegangan tinggi tersebut akan mendapatkan kejutan yang besar. Di antaranya dapat melumpuhkan jantung dan jaringan lainnya yang akan mengakibatkan kematian. Pada bangunan, petir bisa menyebabkan kebakaran, runtuhnya bangunan, dll.

Bahan yang MudahTersambar Petir
Karena petir terdiri dari muatan listrik, maka bahan-bahan/benda yang rawan tersambar petir adalah bahan – bahan yang bisa menghantarkan listrik, seperti besi, air, dll. Meskipun begitu,  bahan/benda yang tidak menghantarkan listrik pun bisa menjadi sasaran petir bila ia terletak di tempat yang tinggi. Ini karena petir mempunyai sifat menyambar benda yang paling dekat dengan awan. Pohon, atap rumah, atau apa pun yang ia rasa paling dekat dengannya, bisa menjadi sasaran sambarannya.

Instalasi Penangkal Petir
Yang disebut dengan instalasi pengangkal petir adalah suatu sistem yang secara keseluruhan berfungsi untuk menangkap petir dan menyalurkannya ke tanah. Sistem ini dipasang sedemikian rupa sehingga dapat melindungi semua bagian bangunan serta segala isinya juga benda-benda yang ada di sekitarnya.
Instalasi penangkal petir pertama kali ditemukan oleh Benjamin Franklin, dengan menggunakan interseptor (terminal udara) yang dihubungkan dengan konduktor metal ke tanah.
Teknik ini terus berkembang hingga sekarang untuk mendapatkan hasil yang paling efektif.
Besarnya kebutuhan bangunan akan instalasi penangkal petir ditentukan oleh besarnya resiko kerusakan serta bahaya yang akan timbul apabila bangunan tersebut tersambar petir. Selain itu,  kebutuhan akan penangkal petir ini juga ditentukan oleh jenis dan ketinggian atap. Namun tidak berarti bangunan rumah tinggal yang hanya satu lantai sudah sangat aman dari sambaran petir.
Rumah tinggal yang hanya satu lantai pun tetap rawan terhadap petir.
Terutama jika tinggal di daerah dataran tinggi atau daerah yang banyak petirnya.
Instalasi pengangkal petir ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
¥ Terminal sambaran petir, yaitu penghantar petir di atas bangunan yang berupa elektroda logam yang dipasang tegak lurus.
¥ Penghantar utama, yaitu penghantar dari logam dengan luas penampang dan bahan tertentu yang berfungsi untuk menyalurkan arus listrik ke tanah.
¥ Penghantar pembantu, yaitu bagian dari bangunan yang bisa dimanfaatkan untuk membantu menyalurkan listrik ke tanah, misalnya pipa air dari logam, atau konstruksi logam lainnya.
¥ Penghantar hubung, yaitu penghantar dari logam yang menghubungkan masing-masing penangkap petir.
¥ Terminal hubung, yaitu dudukan logam yang berfungsi sebagai titik yang menghubungkan beberapa penghantar listrik yang akan diteruskan ke tanah.
¥ Pengebumian, yaitu elektroda dari logam yang ditanam dalam tanah dan berfungsi sebagai penyebar arus listrik ke dalam tanah. Elektroda ini dapat berupa pita, batang atau, plat.

 Bahan
Jika Anda akan membeli penangkal petir, jangan sembarangan memilih.  Penangkal petir harus terbuat dari bahan yang memenuhi syarat. Bahan untuk penangkal petir ini harus dibuat dari bahan yang tahan korosi, atau paling tidak dilapisi oleh bahan anti korosi, seperti bahan-bahan di bawah ini:
¥ Tembaga
Bila Anda akan menggunakan penangkal petir dari bahan tembaga, maka harus dipilih tembaga yang mutunya setara dengan tembaga yang digunakan pada pekerjaan listrik.
¥ Campuran tembaga (copper alloys)
Jika bahan yang digunakan adalah campuran tembaga, maka harus dipilih yang benar-benar tahan korosi.
¥ Allumunium
Allumunium tidak boleh digunakan bila terjadi kontak dengan tanah atau dengan bahan lain yang dapat merusak
alumunium.


 Pemasangan Terminal Sambaran Petir
Jumlah terminal sambaran petir yang akan dipasang di atas atap harus diperhitungkan agar dapat melindungi seluruh bagian rumah. Perhitungan banyaknya terminal sambaran ini dilihat dari bentuk atap dan luas bangunan. Pada atap miring, terminal sambaran harus dipasang pada jarak tidak lebih dari 0,6 m dari ujung bubungan.
Jika atap miring tersebut memiliki tepi bawah atap setinggi 15 m atau kurang di atas tanah, maka cukup dipasang terminal udara di atas bubungannya saja bila tidak ada bagian bangunan (kecuali talang) yang menjorok keluar.
Untuk atap datar dan landai dengan lebar atau panjang 15 m harus mempunyai terminal sambaran petir yang dipasang tidak melebihi 15 m. Tinggi ujung terminal sambaran petir tidak boleh kurang dari 2,54 m dari atas obyek yang diproteksi. Terminal sambaran yang dipasang dengan ketinggian lebih dari 6 m harus diberi peyangga untuk menahan terminal sambaran dari terpaan angin. Tinggi penyangga minimal setengah dari tinggi terminal sambaran. Penangkal petir memang berfungsi untuk melindungi bangunan dari sambaran petir. Namun selain menyelamatkan bangunan dari petir, Anda juga harus memikirkan keselamatan diri. Oleh karena itu bila hujan datang dan Anda sdang berada di luar rumah, hindarilah tempat-tempat yang mudah tersambar petir, seperti tempat berair, tempat terbuka, pohon tinggi, bangunan tinggi tanpa penangkal petir, trafo, dekat bahan peledak, dan lain sebagainya




























Daun Pintu


Daun pintu yang kita kenal sekarang dibuat dengan berbagai macam cara penyambungan. Daun pintu masif yang terdiri dari selembar papan utuh sudahsangat jarang ditemui karena langkanya kayu utuh seukuran daun pintu. Pintu  masif semacam ini kini menjadi barang antik yang harganya sangat tinggi. Penyambungan beberapa buah papan untuk membentuk sebuah daun pintu lebih efisien karena kayu-kayu yang ukurannya lebih kecil dan lebih murah bisa dimanfaatkan.
Berdasarkan konstruksinya, jenis daun pintu terdiri atas pintu papan, papak, dan panil.

Pintu Papan
Daun pintu jenis ini terbentuk dari gabungan papan yang diikat dengan rangka kayu di baliknya. Masing-masing papan yang tebalnya 1,8–2,4 cm dan lebarnya sekitar 14 cm tersebut disusun kemudian disatukan dengan papan horisontal di bagian atas dan bawahnya.
Untuk memperkuat sambungan, ditambahkan pengikat berupa papan diagonal di antara papan horisontal tadi. Engsel dipasang pada kedua rangka horisontal. Daun pintu jenis ini sudah jarang
digunakan untuk rumah tinggal. Karena konstruksinya sederhana, saat ini daun pintu papan kadang digunakan untuk pondok di kebun atau pintu pagar kayu.

Pintu Papak
Pintu papak ada yang terbuat dari satu lembar multipleks, ada juga yang terdiri dari dua lembar multipleks. Jika yang digunakan hanya satu lembar, ukuran multipleks yang dipakai setebal 3,6–4,5 cm. Pada jenis ini, rangka pintu yang berfungsi memperkuat lembaran multipleks terletak pada sisi-sisi luar multipleks. Untuk pintu yang terdiri dari dua lapis multipleks, biasanya tebal multipleks yang dipakai adalah 4 mm. Kedua lapisan multipleks tersebut dipasang menutupi rangka pintu, sehingga dari luar pintu tampak mulus tanpa sambungan.
Daun pintu papak ini masih banyak digunakan, terutama di rumah-rumah menengah. Biasanya para pengembang menggunakan jenis ini untuk rumah tipe 45 ke bawah. Pintu papak harganya relatif murah, karena menggunakan bahan multipleks. Tetapi pintu jenis ini tidak begitu awet, lapisan multipleksnya mudah mengelupas. Karena alasan itu, pintu daun papak lebih cocok digunakan untuk ruangan di bagian dalam rumah.

Pintu Panil
Jenis ini merupakan yang paling umum digunakan untuk rumah tinggal saat ini. Daun pintu panil terbentuk dari sebuah bingkai yang tengahnya diisi oleh lembaran kayu masif atau multipleks. Bingkai tersebut dibentuk dari 4 bidang papan yang tebalnya 4–8 cm dan lebarnya 3,6–12 cm. Sedangkan untuk panilnya (bagian dalam) dipakai papan yang tebalnya antara 1,8–2,4 cm. Karena kekuatan utama pintu panil terletak pada bingkainya, sambungan yang membentuk bingkai segi empat harus benar-benar kuat. Pada sambungan di sudut, sebaiknya tidak menggunakan paku atau sekrup, tetapi menggunakan lem, sehingga ukuran potongan kayu harus benar-benar pas. Bagian panil yang ukurannya lebih tipis tidak ikut menanggung beban daun pintu, karenanya bagian ini bisa menggunakan bahan yang berbeda, misalnya panilnya diganti dengan kaca atau dengan jalusi (krepyak). Bentuk pintu yang berupa panil terpisah, memudahkan pembuatan berbagai variasi model, misalnya panil yang terbagi menjadi 2, 4, 6, atau bahkan 8 kotak. Panil ini juga bisa dibuat lengkung di dalam maupun di atasnya. Karena keluwesan bentuk dan harganya yang relatif tidak mahal, daun pintu panil merupakan yang terpopuler saat ini.
Macam-macam Kayu
Kayu yang digunakan sebagai bahan pembuat pintu banyak macamnya, mulai dari kayu jati, samarinda, meranti, sampai papan kayu buatan seperti multipleks. Sama seperti barang – barang lain yang berbahan baku kayu, kualitas dan harga sebuah pintu juga tergantung dari jenis kayunya. Semakin tinggi “kelas” kayunya, semakin mahal pintu tersebut.
Jati, sebagai kayu yang berkualitas prima, juga dipakai sebagai bahan pintu. Namun karena mahal, pintu jati jarang ditemui. Biasanya pintu kayu jati merupakan pintu masif yang tidak lagi mengunakan rangka. Walaupun demikian, kayu jati juga ada yang dibuat sebagai pintu panil. Untuk membedakan kayu yang satu ini dengan jenis lain, bisa dilihat dari urat kayunya. Kayu jati
mempunyai urat yang tegas dan lebar - lebar. Warna kayunya sendiri coklat tua, tetapi pada jati muda warna coklatnya lebih pucat.
Untuk kekuatan, kayu jati memang nomor satu. “Sampai 100 tahun pun kayu jati tetap bertahan,” Tentunya ini diimbuhi dengan perlakuan dan perawatan yang wajar.
Jenis kayu lain yang sering dijadikan bahan baku pintu adalah kamper. Berdasarkan kampung halamannya, kayu kamper ada dua jenis, yaitu kamper Sumatera (singkil) dan kamper Kalimantan (Samarinda). Yang lebih banyak dipakai adalah kamper Samarinda, yang memiliki kualitas lebih baik dibandingkan kayu singkil dan uratnya lebih halus. Kayu jenis ini tahan sampai sekitar 20 tahun. Namun, harganya juga lebih mahal.
Meranti merupakan jenis kayu lain yang sering digunakan sebagai pembuat daun pintu. Dengan kualitas di bawah kayu kamper,  meranti yang mampu bertahan 5–10 tahun, harganya lebih murah. Kayu jenis ini dikenal tahan cuaca, namun kadang tidak tahan terhadap rayap. Selain jenis-jenis tadi, masih ada janis kayu bangkirai, nyatoh, ramin, dan sungkai. Dua jenis kayu yang disebut terakhir lebih banyak dimanfaatkan sebagai pelapis. Sama seperti pembuatan barang – barang lain dari kayu, proses pengeringan kayu sangat menentukan kualitas daun pintu. Kayu yang kering merata akan sangat menguntungkan karena tidak akan mengalami penyusutan ketika sudah jadi.
Penyusutan dapat mengakibatkan sambungan-sambungan merekah, atau pintu tidak bisa menutup dengan rapat. Pengeringan biasa dilakukan dengan cara menjemurnya di bawah sinar matahari atau dengan dipanaskan di oven.
Kayu hasil penjemuran kualitasnya lebih rendah dibandingkan kayu oven. Karena dengan penjemuran, kayu hanya kering di bagian kulitnya. Lain halnya dengan pengeringan oven. Panas oven yang tinggi dan merata akan membuat kayu kering sampai ke dalam-dalamnya.
Tetapi kualitas tentu berpengaruh pada harga. “Perbedaan harga antara kayu non-oven dan kayu oven sampai Rp 1 juta per meter kubik.

Finishing Pintu
Karena bahan dasarnya sama,  finishing untuk pintu jenis apapun umumnya serupa. Finishing yang banyak dijumpai adalah pelitur, melamik, duco, dan cat. Ketiga jenis pelapis pertama akan menampilkan urat-urat kayu, sedangkan cat akan menghasilkan lapisan yang tebal dan berwarna. Lapisan sejenis pelitur tersedia juga dalam berbagai warna, tetapi karena transparan, karakter alami
kayu akan tetap terlihat. Pelitur merupakan pelapisan yang paling standar, yang biayanya juga lebih murah. Pelapisan ini dilakukan dengan pengolesan menggunakan kuas.
Sementara itu, melamik, bahan pelapis yang kelasnya lebih tinggi dari pelitur, digunakan dengan cara disemprot. Harga melamin dua kali lebih mahal ketimbang pelitur. Pelapis lain yang tersedia adalah duco, yang memberi jaminan ketahanan lebih lama dan harganya yang mencapai 5 kali pelitur. Ornamen Daun Pintu Berbagai ornamen pintu kini tersedia di pasaran. Pintu panil banyak
digunakan karena bentuk dan bahannya sangat mudah dimodifikasi. Sejumlah ornamen daun pintu panil yang bisa ditemui antara lain, lis timbul, lis tambang, serta ukiran. Ornamen ini ditambahkan ke daun pintu dengan cara ditempel dengan lem.
Lis timbul digunakan untuk menutup sambungan antara bingkai dan panil pintu, sehingga tampak lebih rapi. Variasi lain dari lis adalah lis tambang, yang alur-alurnya seperti tali tambang. Lis-lis ini merupakan hasil fabrikasi. Saat pemasangan di daun pintu, lis ini dipotong-potong disesuaikan dengan bentuk panil. Ukiran pada daun pintu yang banyak ditemui saat ini berupa tempelan. Pengerjaan tempelan ukir lebih efisien dan murah. Panil pintu mungkin saja diukir langsung, tetapi
biayanya akan lebih mahal. Motif ukiran yang tersedia sangat beragam, mulai dari bentuk bunga, daun, buah anggur, sampai pita.
Anda yang sedang mencari-cari daun pintu kayu, sekarang bisa mulai membanding-bandingkan kebutuhan Anda dengan berbagai pilihan yang tersedia di pasar. Ingat, jangan tergiur dengan kemolekan ornamen luarnya saja.Yang lebih penting, kenali bagian dalam daun pintu dengan lebih cermat. 



Kusen Pintu dan Jendela

Kusen Pintu dan Jendela
Untuk meletakkan daun pintu atau daun jendela pada dinding, dipasang rangka yang disebut kusen, kusen untuk tempat tinggal terbuat dari kayu atau logam. Kusen kayu memberikan penampilan yang hangat dan indah dari tampilan tekstur serat-serat kayu yang dimilikinya, mempunyai nilai penyekat panas yang baik dan pada umumnya tahan terhadap pengaruh cuaca. Rangka jenis ini dapat berupa produk pabrik yang telah diselesaikan dengan pelapisan cat, pewarnaan atau masih berupa kayu asli tanpa pelapisan. Kusen dari bahan logam berbeda dari kayu, kusen logam tidak terpengaruh bila basah, kusen logam ini tidak memiliki kehangatan dalam penampilan dan memberikan daya tahan yang kecil terhadap perpindahan panas. Kusen logam dapat terbuat dari alumunium, baja atau baja tak berkarat (stainless-steel), warna alami logam dapat ditutup dengan lapisan cat dan dirawat dengan baik untuk mencegah korosi.
Ukuran penampang batang kayu untuk rangka pintu dan jendela adalah sebagai berikut :
Pada pintu biasa dengan satu daun:
5/10 5/12 5/14 5/15 cm
6/10 6/12 6/14 6/15 cm 7/12 cm
Pada pintu rangkap dengan dua daun:
8/10 8/12 8/14 8/15 cm

Bagian-Bagian Kusen
Kusen terdiri atas :
1.      Tiang (style).
2.      Ambang (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang bawah sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
3.      Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau daun jendela.
4.      Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam kedalam tembok yang berfungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang.
5.      Alur kapur, bagian dari tiang (style) yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar apabila terjadi penyusutan, tidak timbul celah.
6.      Angkur, dipasang pada tiang (style), berfungsi untuk memperkuat melekatnya pada tembok juga menahan gerakan ke samping.dan ke muka/ke belakang.
7.      Duk (neut), dipasang pada tiang (style) di bagian bawah, khusus untuk kusen pintu, berfungsi untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan melindung tiang kayu terhadap resapan air dari latai ke atas.

Pemasangan Kusen
1. Pemasangan Kusen Pintu
Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;
a.      Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
b.      Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank untuk menentukan kedudukan kusen.
c.      Pasang angker pada kusen secukupnya.
d.      Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari tinggi bouwplank.
e.      Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan unting-unting.
f.        Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
g.      Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi kokoh.
h.     Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya, ketinggian dan ketegakan dari kusen.
i.        Bersihkan tempat sekelilingnya.


Pemasangan Kusen Jendela
Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;
a.      Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
b.      Rentangkan benang selebar setengah ukuran batu bata dari as bouwplank.
c.      Pasang bata setengah batu setinggi dasar kusen jendela .
d.      Rentangkan benang setinggi 2 meter dari bouwplank.
e.      Pasang kusen jendela setinggi benang tersebut.
f.        Pasang kusen jendela sampai betul-betul tegak dengan pertolongan unting-unting.
g.      Pasang skur agar kedudukannya stabil dan kuat.
h.     Cek kembali posisi kusen jendela sampai terpasang pada keadaan yang benar.
i. Bersihkan tempat sekelilingnya.

1 comment:

  1. Casino of the Week 14 - Mapyro
    The 청주 출장마사지 poker room 서산 출장샵 at The Duel Las Vegas is one of the most exciting casinos 속초 출장샵 in town. With a well-rounded roster of online poker 익산 출장마사지 tournaments, 부산광역 출장마사지

    ReplyDelete